Profil Sosiodemografis

Profil audien berdasarkan demografi pada dasarnya adalah profil berdasarkan peta kependudukan, misalnya: usia, jenis kelamin, pendidikan tertinggi yang telah dicapai, jenis pekerjaann konsumen, tingkat penghasilan, agama dan sebagainya. Data-data tersebut sangat dibutuhkan antara lain untuk mengantisipasi perubahan-perubahan audien menyangkut bagaimana media penyiaran menilai potensi audien yang tersedia dalam setiap area geografi yang dapat dijangkau.
   
Selain itu data demografi juga sangat diperlukan bagi pemasang iklan dalam menentukan strategi periklanan menyangkut bagaimana suatu produk dikomunikasikan kepada khalayak-khalayak sasaran. Dalam hal ini pemasang iklan perlu memahami media-media apa saja untuk dapat menjangkau segmen pasarnya, berapa anggaran yang dibutuhkan untuk menjangkau masing-masing segmen itu, kapan sebaiknya disiarkan, dan siapa bintang iklan yang cocok untuk menjangkau setiap segmen. Media penyiaran juga dituntut agar dapat menyediakan program yang cocok atau program yang dibutuhkan pemasang iklan untuk menyampaikan pesan iklannya berpeluang untuk mendapatkan iklan yang lebih besar.
   
Data demografi juga dibutuhkan untuk mengambil keputusan manajerial. Misalnya stasiun televisi menggunakan data demografi untuk membuka pemancar (transmisi) baru. Di samping itu, praktisi pemasaran juga perlu memahami data demografi yang terkait dengan strategi iklannya agar dapat menentukan media penyiaran yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

Jenis Kelamin

Banyak sekali produk yang menggunakan pendekatan jenis kelamin ini dalam pemasarannya. Ada satu merek produk yang ditujukan hanya kepada wanita atau hanya kepada pria, masing-masing memiliki strategi yang berbeda. Isi media massa memengaruhi siapa yang akan menggunakan media itu. Program televisi tertentu seperti program olahraga biasanya disukai konsumen laki-laki, infotainment disukai wanita.
   
Pada umumnya, wanita lebih banyak menonton televisi daripada pria. Saat ini penduduk pria dan wanita di Indonesia tak jauh berbeda.
 
Umur
   
Biasanya audien dibedakan berdasarkan umur, yaitu, anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Meski pembagian ini masih dianggap terlalu luas. Misalnya kelompok umur dewasa memiliki bentang umur yang cukup luas sehingga perlu dibagi lagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil.
   
Program televisi sering sekali menggunakan segmentasi umur ini dalam menjangkau audien yang diinginkan sehingga kita mengetahui program audien untuk anak-anak, remaja, muda, dan dewasa. Anak-anak merupakan target audien yang cukup penting yang tidak dapat diabaikan stasiun televisi.
   
Pada masa lalu, pengelola program televisi tidak memberikan perhatian serius terhadap acara untuk anak-anak, bahkan pada saat ini pun masih sedikit program anak-anak yang khusus dibuat dalam negeri. Produksi acara televisi dalam negeri masih memberikan prioritas tontonan kepada orang dewasa, seperti sinetron atau infotainment. Padahal dari segi jumlah, audien anak jauh lebih besar dari orang dewasa. Program acara untuk anak-anak umumnya atau sebagian besar masih dibeli dari distributor acara televisi luar negeri.
   
Terdapat kecenderungan saat ini bahwa audien anak-anak sangat perlu diperhintungan bagi pengelola program khususnya televisi. Tayangan-tayangan film animasi (kartun) banyak sekali menyedot perhatian anak-anak dan juga berhasil menyedot perhatian para pemasang iklan. Jam-jam penayangan paket animasi di pagi hari saat ini telah diperhitungkan oleh pemasang iklan sehingga menjadi semacam prime time baru. Misalnya, iklan makanan ringan, makanan siap saji, hingga perlengkapan anak. Slot yang disediakan cenderung selalu penuh. Untuk menampung keinginan para pemasang iklan, banyak stasiun televisi yang menambah jam tayang program ini. Anak-anak merupakan pasar potensial bagi pemasang iklan.
   
Sebagian besar iklan pun selalu memunculkan anak-anak sebagai bintangnya. Bahkan telah menjadi ikon sejumlah produk-produk yang dirancang untuk anak-anak. Perkembangannya pun tumbuh dengan sangat pesat. Kompetisi di antara produsen dalam melakukan penetrasi pasar dan meraih pertumbuhan yang semakin ramai.
   
Saat ini, hampir seluruh televisi memiliki paket animasi. Memang cukup beralasan pada hari Sabtu dan Minggu, jam tayang program animasi bertambah. Animasi juga menjadi salah satu paket program televisi kabel yang memiliki sejumlah paket animasi 24 jam. Baik animasi klasik seperti tom and jerry maupun animasi mutakhir seperti Mr. Bean and Roman Artkinsons.
   
Namun demikian, tidak semua film animasi cocok untuk anak-anak atau dengan kata lain film animasi dewasa ini tidak lagi identik dengan film anak-anak. Bahkan beberapa film animasi yang stasiun televisi sudah tidak layak lagi disebut sebagai tontonan untuk anak-anak. Pengelola program stasiun televisi harus cermat dalam memilih film animasi untuk audien anak-anak.
    
Pekerjaan
   
Konsumen memiliki jenis pekerjaan tertentu umumnya mengosumsi barang-barang tertentu yang berbeda dengan jenis pekerjaan lainnya. Selera mereka juga umumnya mereka berbeda dalam mengosumsi media massa. Kalangan eksekutif misalnya, mereka lebih menyukai program media penyiaran yang dapat mendorong daya pikir mereka atau membantu mereka dalam mengambil keputusan, misalnya menonton program berita, diskusi (talk show), atau film-film tertentu di televisi. Sedangkan kalangan pekerja kasar lebih menyukai musik dangdut dan film komedi.
   
Untuk TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara, para penonton terdiri dari berbagai jenis, yakni karyawan, swasta, mahasiswa, wiraswasta, pegawai negeri sipil, honorer, pedagang, ibu rumah tangga, petani, jurnalis, dan office boy. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan, mahasiswa menempati posisi tertinggi dengan jumlah 192 orang, kemudian disusul karyawan sebanyak 48 orang, swasta 26 orang, wiraswasta 13 orang, dan pegawai negeri sipil sebanyak 12 orang. Sedangkan yang bekerja sebagai honorer dan pedagang sebanyak 5 orang dan Ibu RT sebanyak 2 orang. Selain itu, petani, jurnalis, dan OB masing-masing 1 orang.
 
Tingkat Pendidikan
   
Audien dapat pula dikelompokkan menurut tingkat pendidikan yang dicapai. Pendidikan yang berhasil dicapai biasanya menentukan pendapatan dan kelas sosial mereka. Selain itu, pendidikan juga menentukan tingkat intelektualitas seseorang. Pada gilirannya tingkat intelektualitas ini akan menentukan pilihan barang-barang, jenis hiburan, dan program radio atau televisi yang diikutinya.
   
Dalam bukunya yang berjudul Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio dan Televisi, Morisson (P: 185) menyebutkan bahwa tingkat pendidikan biasanya terkait pula dengan tingkat pekerjaannya walaupun tidak selalu. Seseorang yang berpendidikan tinggi cenderung membaca secara rutin Surat kabar dan Majalah-majalah tertentu yang sesuai dengan tingkat pendidikannya. Biasanya bacaan agak berat, memerlukan pemikiran-pemikiran dan analisis, menyukai nkonsep-konsep baru dan tertantang untuk menggali hal-hal yang baru. Sebaliknya, mereka yang hanya berhasil mencapai sekolah dasar umumnya mencari bacaan-bacaan ringan, mudah dipahami, banyak gambar atau foto, berjudul besar dengan permasalahan sehari-hari yang dekat dengan kehidupannya.
    
Agama
   
Pada stasiun televisi, profil audien berdasarkan agama telah digunakan untuk membuat program-program tertentu misalnya sinetron bertemakan agama (sinetron religius), ceramah atau diskusi agama, dan sebagainya. Tak hanya itu, banyak program yang berkaitan dengan agama, misalnya menampilkan pembawa acara yang dikenal sebagai tokoh agama.
   
Pada penganut konsep ini percaya bahwa mereka yang menempati geografis yang sama cenderung memiliki karakter-karakter demografis yang sama pula, namun wilayah tempat tinggal mereka harus sesempit mungkin, misalnya kawasan-kawasan pemukiman atau kelurahan di kota-kota besar.

1 komentar:

Posting Komentar