Profil Perilaku Khalayak pada Media

Studi perilaku audien atau khalayak telah dilakukan di Negara-negara maju, khususnya Amerika Serikat sejak beberapa puluh tahun yang lalu, sementara di Indonesia studi mengenai audien ini masih sangat terbatas dan baru dilakukan sejak beberapa tahun belakang ini. Jumlah lembaga yang melakukan riset audien di Indonesia juga masih sangat sedikit. Apalagi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
   
Di Amerika Serikat jumlah lembaga riset audien sangat banyak. Mereka melakukan penelitian secara intensif selama bertahun-tahun dan menghasilkan berbagai laporan mengenai perilaku audien penyiaran. Laporan-laporan tersebut merupakan gudang pengetahuan mengenai perilaku audien ketika menonton televisi. Perkembangan industri penyiaran di Indonesia yang pesat belakangan ini pada akhirnya akan mendorong munculnya berbagai penelitian maupun studi mengenai audien ini secara lebih intesif dan serius pada masa akan datang seperti Amerika Serikat.

a.Kebiasaan
   
Pola menonton televisi, umumnya menunjukan jumlah audien terbesar terjadi pada saat prime time, malam yaitu antara jam 19:00 hingga jam 22:00, dan terus menurun hingga tengah malam dan menjelang dini hari dan kembali mulai meningkat pada siang hari (Morissan, 2008:201).
   
Di Amerika Serikat jumlah audien televisi tertinggi terjadi antara jam 22:00 – 21:00. Hal yang sama juga terjadi pada TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan, waktu masyarakat dalam menonton televisi paling tinggi terjadi pada malam hari (18:00 – 12:00), yakni sebanyak 256 orang dari jumlah responden sebanyak 400 orang. Sedangkan pada sore hari (16:00 – 18:00) hanya mencapai 105 orang saja.
   
Studi terhadap audien menunjukan bahwa pada umumnya orang cenderung untuk bertahan pada satu stasiun penyiaran sampai ia menyaksikan suatu program yang menurutnya tidak menarik. Namun pada satu waktu audien menemukan seluruh program itu tidak menarik, maka perilaku audien menunjukan bahwa mereka akan memilih program yang masih bisa diterima diantara berbagai program yang tidak menarik itu.
   
Pada umumnya suatu acara hanya mempunyai waktu kurang dari 15 detik untuk meraih perhatian pemirsa yang sedang menjelajahi berbagai saluran dengan memencet-mencet remote control.
   
Morissan menuliskan bahwa karakteristik audien atas remote control televisi pada umumnya terbagi atas dua bagian besar yaitu:


  1. Sangat agresif
  2. Kurang agresif
   
Karateristik agresif terjadi pada mereka yang gandrung kepada televisi. Mereka cepat bosan pada acara yang tidak mampu manarik perhatian mereka dalam waktu yang sangat singkat. Mereka dengan mudah dan sangat cepat memindahkan channel dan mengembara ke berbagai stasiun lainnya untuk mendapatkan acara yang menarik.
   
Seperti pada hasil penelitian, ada beberapa penyebab audiens sehingga mereka memutuskan untuk pindah ke saluran (channel) lainnya, yakni acaranya yang disajikan tidak menarik. Selain itu, audiens juga merasa bahwa acara yang disiarkan kurang menghibur dan acaranya yang tidak terlalu atraktif.
   
Karateristik kedua adalah tipe audien yang kurang agresif. Mereka umumnya akan menelaah dahulu suatu acara hingga tiba pada suatu titik yang mendorong mereka tetap bertahan atau berpindah saluran.
   
Menurut Head-Sterling, penelitian terhadap audien menunjukan bahwa jumlah tipe audien yang tetap berada pada satu stasiun ketika terjadi perpindahan program lebih besar dibandingkan dengan tipe audien yang pindah ke stasiun lain pada saat perpindahan program.
   
Sementara itu, durasi dalam menonton televisi menunjukan bahwa para audien menghabiskan waktunya selama 30 menit, dan ini menduduki posisi tertinggi. Dari survey yang telah dilakukan, terlihat bahwa sebanyak 145 orang atau sebesar 40 persen menyatakan menghabiskan waktunya untuk menonton televisi. Sedangkan audiens yang menonton televisi selama 15 menit hanya mencapai 34 persen atau sebanyak 122 orang.  Untuk durasi menonton televisi selama 60 menit adalah sebanyak 24 persen atau sebanyak 87 orang. Kumudian yang menempati posisi paling sedikit adalah durasi 120 menit yakni hanya 2 persen atau 8 orang.

b.Tayangan Program Favorit

   
Bagi pemilik stasiun televisi, memiliki program televisi yang digemari masyarakat adalah yang sangat menguntungkan, baik dari segi pemasukan sponsor maupun rating yang bagus.
   
Berdasarkan hasil penelitian tayangan favorit masyarakat terhadap salah satu Stasiun di Sulawesi Tenggara adalah didominasi program siaran berita, yakni sebanyak 49 persen atau sebanyak 181 orang. Urutan kedua yang menjadi favorit adalah program siaran edukasi, yakni sebanyak 33 persen atau sebanyak 119 orang.
   
Sementara untuk program siaran yang bersifat religi dan dialog atau talk show hanya mencapai 9 persen atau masing 33 dan 34 orang.

1 komentar:

Posting Komentar