Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Festival Lomba Kreasi Masakan Ulat Sagu

Sambel goreng uwato. Foto: Istimewa
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengangkat kembali kearifan budaya lokal, salah satunya melalui festival makanan tradisional. Namun, festival makanan yang satu ini bukan festival biasa, karena menggunakan ulat sagu atau orang setempat menyebutnya uwato  sebagai bahan dasarnya.


Festival lomba kreasi masakan yang berbahan ulat sagu, diikuti oleh ibu-ibu penggerak pembinaan kesejahteraan keluarga atau PKK dari tiga puluh satu desa se-Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan.


Beragam makanan hasil kreasi berbahan dasar uwato disajikan dalam festival ini, diantaranya sate uwato, sambal goreng uwato, kripik uwato, hingga jus alpukat serta jus melon yang dicampur uwato.

Selain untuk meningkatkan kreativitas peserta, festival yang diselenggarakan oleh badan penelitian dan pengembangan kesehatan atau litbangkes yang bekerjasama dengan politeknik kesehatan kendari jurusan gizi, bertujuan untuk mengangkat budaya kearifan lokal yakni makanan tradisional uwato yang telah lama ditinggalkan.

Dahulu, uwato sering dikonsumsi oleh penduduk pribumi yakni masyarakat suku tolaki. Namun, uwato juga mengandung kolesterol yang tinggi, tetapi untuk anak dan balita yang membutuhkan asupan protein dan zat gizi tinggi, sangat disarankan untuk mengkonsumsi uwato.

Salah seorang juri, Suryani Imran, yang juga ketua tim pembina PKK Kabupaten Konawe Selatan, memberikan apresiasi kepada peserta terutama dalam melestarikan budaya lokal berbahan uwato. nantinya uwato diharapkan dapat menjadi salah satu ikon budaya kabupaten konawe selatan.

Berdasarkan hasil penelitian, uwato mengandung zat gizi yakni protein dan asam amino yang berguna bagi kesehatan khusus untuk membantu sistem kekebalan tubuh / terutama untuk anak-anak dan balita diatas usia 2 tahun yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Hasil dari festival lomba kreasi masakan uwato, akan dijadikan referensi pemerintah daerah kabupaten konawe selatan sebagai program kerja dalam pelestarian budaya local.



Reporter: Rian Adriansyah
Editor: Taya

Wisata ke Pantai Toronipa

Pantai Toronipa, Sulawesi Tenggara. Foto: Istimewa

Kendari yang merupakan ibukota Sulawesi Tenggara masih menyimpan pantai eksotis, salah satunya Pantai Toronipa yang berada di wilayah administratif Kabupaten Konawe. 


Pantai Toronipa berasal dari Bahasa Bugis, yaitu toro nipa yang berarti pohon nipa yang turun.


Untuk ke pantai ini, anda dapat menggunakan kendaraan roda empat atau kendaraan roda dua, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari Kota Kendari.

Pantai yang memiliki pasir yang putih ini, disesaki pengunjung pada saat libur baik libur lebaran maupun akhir pecan.

Ada sejumlah fasilitas yang dapat diperoleh di tempat ini antara lain, banana boat, gazebo hingga makanan local, seperti sate pokea. Namun, semua fasilitas itu, tidak gratis .

Sate pokea biasa dinikmati bersama ‘Gogos’ begitu warga disana menyebutnya. Makanan ini banyak dijajakan masyarakat setempat bagi pengunjung. Sate pokea dijual seharga seribu rupiah per tusuknya. Sementara gazebo disewa dengan tarif 100.000 rupiah.

Untuk anda yang ingin bermain banana boad, anda harus membayar sebesar 20 ribu rupiah per orang dengan dua kali putaran hingga ke tempat semula. Banana boat ditarik dengan menggunakan speed boad yang dikemudikan orang ahli.

Dasar pantai toronipa sangat landai sekitar satu kilometer ke arah laut banda. Saat air laut sedang pasang, kita dapat menikmati air dangkal dan merasa aman saat bermain bersama anak-anak. Sedangkan pada saat laut sedang surut, kita dapat melihat masyarakat lokal mengumpulkan hewan laut untuk santapan.

Deburan ombak laut, serta pasir putih yang terbentang merupakan perpaduan yang asyik untuk mengisi liburan anda. Jadi tidak ada salah jika anda mengunjungi tempat ini sebagai tempat wisata keluarga anda.


Reporter: Taya
Editor: Taya

Jalan-jalan ke Wakatobi

Menjelang pagi di Pantai Huntete, Wakatobi. Foto: Taya

Wakatobi adalah salah satu tempat wisata terpopuler di Indonesia. Tempat wisata ini terletak di gugusan Pulau Sulawesi Tenggara, Indonesia.

 

Ada dua alternatif untuk menuju ke Wakatobi. Pertama dengan melalui jalur laut yakni Makassar – Kendari - Wangi-wangi.